Senin, 31 Agustus 2015

BP2KP Bireuen Lakukan Sosialisasi e PUPNS

BP2KP  Bireuen Lakukan Sosialisasi e PUPNS Sesuai Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik Tahun 2015 akan dilakukanPendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pendataan Ulang Pegawai Negeri dimaksud untuk mendata ulang Pegawai Negeri Sipil yang ada di seluruh Indonesia
Acara tersebut diikuti oleh seluruh Operator Komputer dari masing – masing Kantor BP3K 17 Kecamata yang ada di Bireuen. pemateri dari kegiatan sosialisasi ini adalah Sekretaris BP3K Bireuen Bapak Mawardi, SP, MM menurut Bapak Mawardi apabila PNS tidak melakukan Registrasi e PUPNS akan dikenakan sanksi – sanksi sebagai berikut :
  1.  Apabila PNS tidak melaksanakan pemutaklriran data melalui e-PUPNS padaperiode yang telatr ditentukan, data PNS tersebut akan dikeluarkan dari database kepegawaian nasional.
  2. Akibat dari data PNS yang dikeluarkan sebagaimana dimaksud pada angka 1 maka pelayanan mutasi kepegawaian yang bersangkutan tidak akan diproses.
  3. Prosedur Pendaftaran PUPNS
  4. Setiap PNS dalam melakukan entri Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil atau PUPNS harus registrasi terlebih ndahulu sebagai otentifikasi PNS yang bersangkutan.
  5. Pada saat melakukan registrasi, PNS yang bersangkutan menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan membuat kata sandi untuk mendapatkan nomor register.
  6. Nomor register sebagaim4la dimaksud pada angka 2 digunakan sebagai usemante yang digunakan bersamaan dengan kata sandi untuk login ke dalam sistem e-PUPNS.
  7. Nomor registrasi sebagai bukti registrasi/pendaftaran PUPNS disimpakan dalam bentuk file elektronik (.pdf) dan/atau dicetak dan digunakan sebagai alat kendali penyampaian berkas fisik.
  8. Bukti registrasi sebegaimana tersebut pada angka 3 dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran 1 yang merupakan bagan tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara ini.
Acara tersebut berlangsung di Aula BP2KP Kabupaten Bireuen, pada akhir acara penutupan juga di lakukan oleh Bapak Sekretaris BP2KP Bireuen.

Jumat, 28 Agustus 2015

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bireuen Bekerja Sama dengan BP3K Kec.Juli Adakan Sosialisasi

BP3K Juli – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Bekerja Sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutan (BP3K) Juli kecamatan Juli Kabupaten Bireuen  mengadakan acara Sosialisasi, Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Tingkat Desa. Acara ini bertempat di Desa Ranto Panyang dan Desa Krueng Simpo tanggal 28 Agustus 2015.
Hadir pada acara tersebut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa ranto Panyang dan Desa Krueng Simpo, Perwakilan BP3K Juli, Perwakilan Dinas kehutanan dan Perkebuanan serta Para Petani Penerima Manfaat dari Kedua Desa Tersebut . Acara ini dimulai dengan Pembukaan Oleh Keuchiek Ranto Panyang Yaitu Tgk. Bahagia, laporan dari PPL Ranto Panyang dan Penjelasan dari Koordinator dari Tim Dinas Kehutanan dan Perkebuan Kabupaten Bireuen sebagai ketua Tim.
Acara dilanjutkan dengan Pemaparan gambaran program kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan untuk tujuan meingkatkan produksi kebun kakao yang ada di desa Ranto Panyang dan Desa Krueng Simpo, kendala dan strategi peningkatan produksi tentunya akan dipecahkan bersama – sama. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dibuka oleh PPL desa Ranto Panyang.
Sesuai dengan tema kegiatan — yaitu sosialisasi, koordinasi dan sinkronisasi kegiatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bireuen —  kegiatan ini diharapkan dapat mensosialisasikan, mengkoordinasikan, dan mengsinkronisasikan kegiatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bireuen  agar Kabupaten Bireuen dapat meningkatkan produksi Kakao yang berdaya saing.

Kamis, 27 Agustus 2015

Kecamatan Juli Memasuki Panen Raya Padi


Kecamatan Juli merupakan salah daerah agraris atau pertanian, memiliki jumlah lahan pertanian yang cukup luas baik lahan pertanian kering maupun basah. Lahan pertanian kering membentang di sebelah selatan utara Kecamatan Juli dari batas desa Juli Cot Merak samapi desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli Juga di lalui dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Sungai Peusangan dan Sungai Krueng Simpo yang kedua sungai tersebut bermuara ke utara yaitu ke selat malaka. Kedua DAS tersebut sangat berarti bagi kehidupan masyarakat khususnya sektor pertanian. Komoditas pertanian yang sering ditanam di lahan tersebut antara lain adalah Kedelai, Jagung, tanaman keras dan cabe.  Selanjutnya untuk lahan basah (persawahan) Komoditas pertanian yang di tanam di lahan sawah tersebut hampir semuanya adalah tanaman Padi.
Seperti pada paruh akhir musim tanam tahun ini yang sudah mulai memasuki masa panen. Dari pantauan kami, hampir semua blok persawahan yang ditanami padi di Kecamatan Juli mulai melakukan persiapan panen raya, malah ada beberapa blok di desa Ranto Panyang dan Beunyot yang sudah selesai melakukan panen. Menurut informasi yang kami peroleh dari beberapa petani, Ada beberapa perbedaan hasil panen antara musim tanam sekarang dan musim tanam awal tahun ini,  Meskipun suasana panas terik, hari – hari di lahan persawahan terlihat sibuk, tidak hanya petani pemilik lahan tetapi banyak juga para petani penggarap, buruh panen dan tidak ketinggalan para buruh grontong berkumpul menjadi satu. Ada yang sedang babad tanaman padi, ada yang sedang Perontok, ada juga yang sedang sibuk mengais sisa buliran padi yang sudah diPerontok, ada juga para tukang pencari rumput yang asik mengumpulkan damen (tanaman padi yang sudah dipanen), mereka sibuk dengan aktifitasnya sendiri – sendiri. Panasnya matahari tidak mereka hiraukan, gatalnya tubuh karena bulu – bulu tanaman padi tidak mereka rasakan, mereka hanyut dalam suka cita. Karena sistem memanen kebanyakan masih menggunakan cara tradisional (non mesin), maka nuansa kebersamaan masih terlihat. Banyaknya jumlah penduduk di desa ini yang secara tidak langsung berimplikasi pada jumlah angka pengangguran produktif, maka tidak kesulitan kepada para petani pemilik lahan mencari tenaga buruh panen.
Sebagai salah satu kecamatan yang memiliki lahan persawahan cukup luas, seharusnya kecamatan ini kaya. banyak hal yang harus dibenahi untuk mengelola potensi tersebut. Termasuk data real terkait perolehan hasil panen pada setiap musim tanam yang diperolehnya. Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) sebagai salah satu lembaga petani yang dibina oleh BP3K Juli harus selalu berkordinasi dengan apatur desa, atau BP3K Juli harus bisa memposisikan untuk aktif memantau kenerja Gapoktan agar fungsi sebagai salah satu lembaga petani benar – benar dirasakan oleh semua masyarakat di desa. Sehingga tidak ada batas yang memisahkan antara Gapoktan sebagai sebuah lembaga dan pemerintah desa sebagai instusi utamanya.

Semoga kedepan Kecamatan Juli benar – benar menjadi kecamatan agraris yang maju dalam segala hal melalui optimalisasi peran di sektor pertanian. Jangan malah sebaliknya. 

Rabu, 26 Agustus 2015

Waspadai Wereng Coklat


Wereng coklat (Nilaparvata lugens) sampai saat ini masih dianggap sebagaihama utama pada pertanaman padi karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim pertanaman.
Penggunaan pestisida yang melanggar kaidah-kaidah PHT (tepat jenis, tepat dosis dan tepat waktu aplikasi) turut memicu ledakan wereng coklat. Hal ini juga merupakan konsekuensi dari penerapan sistem intensifikasi padi (varietas unggul, pemupukan N dosis tinggi, penerapan IP >200 dan sebagainya). Tergantung pada tingkat kerusakan, serangan wereng coklat dapat meningkatkan kerugian hasil padi dari hanya beberapa kuintal gabah sampai puso.
Kerusakan yang disebabkan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan serangga wereng coklat menghisap cairan jaringan tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Secara tidak langsung karena serangga wereng coklat dapat menjadi vektor virus penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa.
Dengan menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkut tanaman padi wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada hampir semua fase tumbuh sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian).
Gejala yang tampak dari serangan wereng coklat dapat terlihat dari daun yang menguning kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar). Gejala ini dikenal dengan istilah hopperbum. Dalam suatu hamparan gejala hopperbum terlihat sebagai bentuk lingkaran yang menunjukkan pola penyebaran wereng coklat yang dimulai dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran. Dalam keadaan seperti ini populasi wereng coklat biasanya sudah sangat tinggi.
Langkah-langkah pencegahan hama wereng coklatsecara umum dapat dilakukan dengan cara menggunakan variatas tahan, penanaman padi serempak dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, pergiliran varietas danpengendalian dengan insektisida.
Namun dengan melihat gejala kerusakan yang diakibatkan pada tanaman padi dipetakan sawah yang dapat mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, maka pemberantasan hama ini perlu dilakukan dengan cara preventif, kuratif dan represif.
 1. TINDAKAN PREVENTIF
Tindakan preventif bersifat pencegahan dengan cara melakukan pengamatan di lahan pertanaman padi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Tanam Padi Serempak
Pola tanam serempak dalam areal yang luas dan tidak dibatasi oleh batas administrasi dapat mengantisipasi penyebaran serangan wereng coklat karena jika tidak serempak hama dapat berpindah-pindah ke lahan padi yang belum panen. Wereng coklat terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan.

b. Pengamatan Wereng Coklat
Pengamatan atau monitoring wereng coklat setiap 1 – 2 minggu sekali. Jika terdapat serumpun daun padi layu lakukan pemeriksaan dengan teliti. Apabila ditemukan seekor wereng dirumpun padi segera bunuh/musnahkan dan periksa telur-telurnya di daun lalu daun tersebut dicabut dan dibakar. Apabila pengamatan wereng coklat per rumpun melebihi ambang ekonomi maka segera dilakukan pengendaliandengan insektisida.
c. Perangkap Lampu
Perangkap lampu merupakan perangkap yang paling umum digunakan untuk pemantauan migrasi dan pendugaan populasi serangga yang tertarik pada cahaya khususnya wereng coklat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkap lampu antara lain ; kekontrasan lampu yang digunakan (semakin kontras cahaya lampu yang digunakan maka akan semakin luas jangkauan tangkapannya), kemampuan serangga untuk menghindari lampu perangkap yang dipasang dan intensitas cahaya (pada umumnya seranga cenderung tertarik pada cahaya dengan intensitas tinggi).
Perangkap lampu dipasang pada pematang (tempat) yang bebas dari naungan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter di atas permukaan tanah. Lampu yang digunakan adalah lampu pijar 40 watt dengan voltage 220 volt. Lampu dinyalakan pada jam 18.00 dan dimatikan pada jam 06.00. Agar serangga yang tertangkap tidak terbang lagi maka pada penampung serangga yang berisi air ditambahkan sedikit deterjen.
Langkah yang diambil setelah ada wereng pada perangkap lampu yaitu ; wereng yang tertangkap dikubur, keringkan pertanaman padi sampai retak dan segera setelah dikeringkan kendalikan wereng pada tanaman padi dengan insektisida yang direkomendasikan (tidakan kuratif).

2. TINDAKAN KURATIF
Tindakan kuratif adalah tindakan pengendalian hama wereng coklat dengan cara menggunakan insektisida yang direkomendasikan. Tindakan ini bukan merupakan langkah pencegahan lagi tetapi merupakan langkahpembasmian. Langkah ini bisa dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif buprofen, BPMC, fipronil, amitraz, bupofresin, karbofuran, karbosulfan, metalkarb, MIPCI, propoksur atau liarnetoksan dan imidakloprid.
Penggunaan insektisida berbentuk serbuk/butiran (misal : furadan, basudin, diazinon) dilakukan dengan menaburkan diantara larikan petak sawah 3 atau 4 minggu sekali. Penyemprotan insektisida cair dilakukan seminggu sekali atau maksimal 10 hari sekali. Semua penggunaan insektisida harus memperhatikan aturan dosis dan pakai yang tertera pada setiap produk yang digunakan.
Perkembangan wereng coklat pada pertanaman padi terbagi menjadi empat generasi yaitu ; generasi 0 (G0) = umur padi 0 – 20 HST, Generasi 1 (G1) = umur padi 20 – 30 HST (wereng akan menjadi imago wereng coklatgenerasi ke-1), generasi 2 (G2) = umur padi 30 – 60 HST (wereng akan menjadi imago wereng coklatgenerasi ke-2), dan generasi 3 (G3) = umur tanaman padi di atas 60 HST.
Pengendalian wereng yang baik dilakukan pada saat generasi nol (G0) dan generasi 1 (G1) dengan mengunakan insektisida berbahan aktif seperti disebutkan di atas. Pengendalian saat generasi 3 (G3) atau puso tidak akan berhasil.
Penggunaan insektisida juga harus memperhatikan faktor-faktor ; tepat dosis dan jenis yaitu berbahan aktif seperti disebutkan di atas, tepat air pelarut 400 – 500 liter air/ha, aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 – 11.00 dilanjutkan sore hari, insektisida harus sampai pada batang padi. Dan tidak kalah pentingnya adalah keringkan pertanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang berupa semprotan maupun butiran.
 3. TINDAKAN REPRESIF
Tindakan ini dilakukan jika hama wereng sudah merupakan kejadian luar biasa di mana dalam satu wilayah petakan/hamparan hama ini sudah mengakibatkan kerusakan secara masal. Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah ; pengeringan petakan sawah, pencabutan dan pembakaran seluruh tanaman, memilih varietas unggul baru yang lebih tahan serangan wereng dan melakukan pergiliran atau rotasi tanaman (padi-palawija).
Daerah-daerah endemik wereng coklat biotipe 1 dapat menanam varietas membrano, widas dan cimalati. Untuk biotipe 2 dan 3 dapat menanam varietas membrano, cigeulis dan ciapus.
Dengan langkah-langkah di atas diharapkan serangan hama wereng coklat dapat ditekan dan tidak menyebabkan kerugian yang semakin besar seperti yang sudah pernah terjadi. Peran aktif semua pihak juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengendalian hama wereng coklat ini.


Selasa, 25 Agustus 2015

SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHAN

“Change in all things is sweet. – Berubah dalam segala hal sangatlah manis.”~ Aristotle (384-322 BC)– Filsuf Yunani
Sebelum saya mengupas topik ini, terlebih dulu saya ingin menceritakan tentang seekor katak yang terjatuh kedalam sebu
ah panci besar berisi air yang sedang dipanaskan. Semula air tak terasa panas dan ia sangat menikmati. Tetapi tanpa ia sadari lama kelamaan air itu semakin panas. Lalu katak itupun mati dalam air mendidih. Lain cerita jika katak itu langsung dilempar kedalam air panas. Mungkin ia akan segera melompat keluar.
Kisah tersebut menggambarkan betapa penting bersikap sensitif terhadap perubahan. “Become a student of change. It is the only thing that will remain constant. – Menjadi pelajar perubahan merupakan satu hal yang abadi,” kata Anthony J. D’Angelo, penulis The College Blue Book. Bila kita sudah berhasil mencapai target, bukan berarti kita bisa tidur lagi tetapi kita harus terus belajar supaya lebih peka dan selalu siap berubah.
Contoh dalam realitas dunia bisnis, dulu Motorola merajai pasar handphone di dunia. Tetapi posisi Motorola terus merosot karena tidak peka terhadap perubahan permintaan pasar. Berbeda dengan Nokia dan Ericson yang kini sukses mengusai pasar telepon selular karena selalu menciptakan produk unggulan terbaru dan masing-masing memiliki keunikan tersediri.
Contoh lain adalah IBM yang dulu pernah menguasai pasar komputer di dunia. Tetapi karena produk tersebut kurang mengerti permintaan pasar, maka posisinya berangsur tergeser. Posisi tersebut kini dikuasai inovasi dan kreasi Apple dan Microsoft. Sebenarnya masih banyak contoh lain yang menggambarkan pasang surut di dunia bisnis karena sangat dipengaruhi oleh inovasi dan kreativitas sejalan dengan perubahan dan keinginan 
Begitu juga pada diri penyuluh pertanian kalau kita tidak peka terhadap perubahan maka kita akan ketinggalan informasi jauh ketinggalan dari petani, saat ini seorang petani sudah dapat mengakses iformasi dari berbagai media informasi termasuk internet. kita akan ditertawakan kalau kita ketinggalan informasi karena penyuluh dari didulu dikenal dengan istilah agents of change. 

Senin, 24 Agustus 2015

Hujan deras, puluhan hektare padi rebah


Angin disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Juli, dinihari tadi berakibat fatal bagi lahan pertanian. Karena begitu hujan reda, puluhan hektare padi mengalami rebah.


Para pemilik tanaman padi dibeberapa sawah yang ada di daerah penghasil beras ini pun kaget ketika melihat sawahnya rata dengan tanah. Untungnya, tidak semua tanaman padi tumbang, dan sebahagian masih bisa di perbaiki.

“Kita masih bersyukur, karena tidak semua tanaman padi kami tumbang karena angin dan hujan deras tadi subuh. Kalau semua begitu, kami akan rugi besar,” ujar Arsyadi, salah seorang pemilik sawah di Juli Seutuy, Senin (24/8/2015).

Dia mengatakan, beberapa petak tanaman padi yang tumbang masih bisa diperbaiki dengan cara mengikat dengan tanaman yang lain. Namun, tanaman padi yang sudah tidak bisa diperbaiki untuk sementara dibiarkan begitu saja hingga panen tiba.

Hal senada juga disampaikan Kamaruddin, petani sawah yang ada di Kecamatan Juli. Ia mengaku tidak menyangka hujan tersebut akan mengakibatkan padinya rebah.

Biasanya, selama ini, tanaman padi rusak dan rebah karena banjir dan angin yang dahsyat. Namun, kali ini yang mengakibatkan kerusakannya karena diguyur hujan deras.

Pantauan Staf dari BP3K Juli, tanaman padi yang mengalami kerusakan tersebut terjadi dibeberapa persawahan yakni Desa Juli Seutuy, Juli Cot Mesjid, Paseh, Juli Mns,Jok, Juli Mns.Tambo, Juli Tambo Tanjong dan Beberapa Desa Lainya.


 

Welcome In Creating Website

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Pencet Sini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!